Monday, 22 March 2010

Hidup Terlalu Singkat Untuk Membenci...

Ah, terlalu sukar untuk memberi maaf. Bahkan lebih sukar daripada meminta maaf. Masih terasa tusukan rasa bagaikan sebuah dendam yang membara. Masih terngiang-ngiang segala kata. Masih terbayang semua tingkah dan perlakuan. Wajah 'orang' itu terasa begitu menjengkelkan. Memberi maaf kepada mereka seolah-olah menggadaikan harga diri. Ah, apakah maruah ini terlalu murah untuk di sorong tarik dengan harga yang rendah? Dan cukup sakit, apabila mengenangkan 'dia' itu tersenyum dengan kemenangan.

Namun, itu hanya bisik 'hati besarku'. Yang melantunkan suara ego dan marah. Kesat dan kesumat. Tetapi jauh dari dalam diri...ada suara lain yang bergetar. 'Hati kecil' yang tidak jemu-jemu mengingatkan. Suara tulus yang mendamaikan gelombang jiwa. Bisik telus yang meredakan amukan rasa.Maafkan, lupakan...sayangi...Berperang dengan dia bererti berperang dengan diri sendiri. Begitu bisik hati kecil itu selalu.



Pada sebuah persimpangan rasa, tiba-tiba hati disapa oleh sebuah firman:

"Tolaklah kejahatan dengan sebuah kebaikan.Nescaya engkau

akan mendapati musuhmu akan menjadi seolah-olah saudara"



Wahai diri,api jangan dilawan dengan api. Nanti bakarannya akan membakar diri sendiri. Menyimpan dendam sama seperti membina sebuah gunung berapi di dalam hati. Semakin besar dendam itu, maka semakin sakit hati yang menanggungnya. Musuh-musuh mu terus ketawa, sedangkan kau sendiri menderita meneguk bisa.



Musim-musim terus berlalu sewajarnya mendewasakan aku. Pengalaman lampau sentiasa membuktikan bahawa permusuhan hanya akan memberi kepuasan sementara. Apabila 'fatamorgana' itu berlalu. Aku akan menjadi lebih dahaga daripada sebelumnya. Apakah akan ku terjah perangkap itu berkali-kali? Oh,tidak. Mukmin tidak akan terperosok dalam lubang yang sama dua kali. Begitu maksud sebuah sabda. Justeru? Cukup sekali!



Biarlah dia itu ketawa sepuas-puasnya. Beban rasa ini biarlah aku letakkan. Tidak akan ku bawa dalam safar kehidupan yang pendek ini. Hidup terlalu singkat untuk membenci. Bermusuh dengan orang lain, sama seperti bermusuh dengan diri sendiri. Memaafkan orang lain,sama seperti memaafkan diri sendiri. Kata bijak pandai:

"Apa yang kita berikan akan kita terima kembali"



Ah, betapa leganya sekarang...Benarlah bahawa kebaikan itu tampak sukar untuk dilaksanakan. Pahit. Sakit. Tetapi apabila dilaksanakan akan terasa kemanisannya. Manakala kejahatan itu tampak mudah, indah dan manis. Namun apabila dilakukan, pasti ada kekesalan, kepahitan dan keresahan. Ketika ini terasa benar apa yang selalu didengar di dalam tazkirah - yang punya tabsyir dan inzar - bahawa dosa itu sesuatu yang meresahkan. Dendam itu dosa. Memaafkan itu pahala. Memaafkan menjemput datangnya 'syurga' yang fana, sebelum syurga yang baqa'.



Kini hatiku tertanya-tanya lagi...siapa aku, yang begitu sukar memaafkan? Tuan? Atau Tuhan?? Subhanallah...Aku hanya hamba. Sedangkan DIA Sang Pencipta itu Maha Pemaaf, Maha Pengampun, siapa aku yang kerdil ini untuk terus berdendam? Ya ALLAH, ampunkan aku. Sengaja atau tanpa sengaja, sering atau kekadang...aku 'terlanjur' menumpang hak-MU..

post by zahratul jannah

Ar-Rahman;untuk pencinta Allah


Akad itu terucap sudah.

“Mujahidku kini aku istrimu”, ucapku haru dalam hati..

Kini tiba saatnya engkau memberikan mahar untukku..

Mahar yang telah kita sepakati.

“Ar Rahmaan”

Dihadapan semua yang hadir menyaksikan akad indah ini, kau mulai membacakannya untukku.

Satu surat yang selama kurang lebih satu bulan ini kau hafal.

Dadaku bergetar, seolah merasakan perasaan grogi yang sejak tadi pagi kau rasakan.

Dingin, khawatir perasaan grogi ini membuatmu lupa atau salah membacakannya..

Semua kini memandangimu suamiku.. namun kau tetap duduk tenang dengan kepala tertunduk.

Tapi ups… kau melihatku kini, walau hanya sesaat namun aku merasa kau sedang meminta do’a dan dukunganku.

Bismillah.. “insya Allah bisa suamiku” kataku dalam hati diiringi anggukan untuk meyakinkanmu.

Subhanallah… satu per satu ayat kau lantunkan.. dengan getaran yang sungguh terasa..

Mataku berkaca-kaca menyimaknya, seolah semuanya seperti air yang menyejukkan dahagaku..

Membawaku hanyut dalam haru yang dalam.

Aku tak pedulikan semua yang ada disini.. yang kutau hanya ada engkau, aku, Ar Rahmaan dan Allah..

Jilbab putihku kini basah, ayat-ayat syahdu itu yang menumpahkan air mata bahagia ini.

Terimakasih mujahidku, pelengkap setengah diinku.. atas hari terindah ini..

aku bahagia

:)

Kriiiiiinnnngggg…. 02.30

bunyi alarm itu mebangunkanku..

hhh…

Ternyata baru mimpi..

:(

Indah sekali, sungguh belum ingin terbangun.

Tapi aku juga tak ingin melanjutkan bermimpi dan menangguhkan sujud malamku..

Sungguh, aku akan mendo’akanmu malam ini calon suamiku..

:)

Dan mimpi itu berulang hingga malam-malam berikutnya..

Jum’at malam menjelang pulang dari hospital, aku menemukan tulisan seorang Bunda yang membuatku tersenyum-senyum sendiri membacanya.. berikut tulisan beliau :

Menurut survey yang dilakukan oleh akhwat fillah bahwa setiap pernikahan para aktivis dakwah ternyata kebanyakan calon isterinya memilih surat ar rahman sebagai mahar pernikahan,apa istimewanya surah ar rahman,kenapa bukan surat-surat yang lain yang masih banyak seperti surat an nur umpanya atau surat lain yang lebih erat kaitannya dengan moment pernikahan,nah dari beberapa survey yang dilakukan ada beberapa alasan dari para isteri aktivis dakwah yang memilih surah ar rahman :

1. Ada yang mengatakan kerana surah ar rahman penuh dengan pertanyaan Allah nikmat manakah lagi yang akan kita dustakan, kerana pernikahan adalah menyempurnakan separuh din dan mungkin masih banyak akhwat yang lebih tua dari kita belum dikaruniakan Allah pendamping maka kita sangat bersyukur akan sebuah pernikahan maka mahar surat ar rahman rasanya sebagai pengingat untuk kita supaya selalu mensyukuri nikmat Allah yang begitu banyak.

2.ada yang mengatakan kerana ingin meringankan calon suami,karena kata Rasulullah bahwa sebaik-baik mahar itu yang memudahkan (bagaimana kalau ikhwan tak hafal??) ...

3.alasan ketiga ada yang simple tapi lucu…terinspirasi dari novelnya ayat-ayat cinta

4.ada yang memang sangat menyukai surah ar rahman yang bercerita tentang bidadari yang di pingit,bahkan ada akhwat yang mengatakan dia tidak mau di hargai dengan apapun,baik cincin,wang atau harta benda apapun sebagai mahar tapi dia akan sangat bahagia kalau dirinya dibeli dengan surah ar rahman,subhanallah…

5.surat ar rahman ayatnya pendek-pendek dan juga diselingi dengan pertanyaan Allah akan nikmat-nikmatnya yang mana lagi yang kita ingkari,dan pengulangan kata-kata itu tidak terdapat pada surah yang lain,terdapat sekitar 31x pengulangan kata fa biayyi ‘alaa irobbikumaa tukazziban(maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?)

6.alasan lain yang di terima akhwatfillah adalah akhwat memilih surah ar rahman sebagai mahar untuk memotivasi hafalan qur’an sang suami,kerana ada bebrapa akhwat yang kadang membuat target berapa juz minimal hafalan calon pendampingnya,maka salah satu permintaannya mahar hafalan surah ar rahman.

7.alasan akhwat yang lain karena dalam surah ar rahman Allah memberikan deskripsi tentang syurga dan kenikmatannya,berupa buah-buahan,warna surga yang hijau juga bidadari yang sangat cantik disurga,yang katanya memotivasi para calon suami dan istri untuk senantiasa menjalankan roda rumahtangga dengan orientasi akhirat,yang akhwat terinspirasi menjadi istri terbaik yang menyaingi bidadari surga,yang ikhwannya terinspirasi berjihad tiada henti sampai syahid menjemput dan mendapatkan bidadari surga

Terlepas dari semua alasan di atas,saya jadi punya idea,bagaimana kalau akhwat minta mahar surat al haqqoh…kan ayatnya juga pendek-pendek,dan juga banyak menggambarkan kondisi akhirat tapi dari sisi kengeriannya alias neraka…jawabannya mungkin situasi kurang tepat karena para undangan akan menangis tersedu-sedu,maka kelembutan Allah yang menegur hamba-hambanya dalam surat ar rahman mungkin bisa jadi merupakan inspirasi calon isteri minta mahar hafalan surah ar rahman…so…untuk para ikhwan,sudahkah anda hafal surah ar rahman?? Kalau belum mungkin baiknya undur dulu proposal anda kerana survei membuktikan akhwat kebanyakan meminta hafalan surah ar rahman sebagai mahar pernikahan mereka,dan hafalannya di bayar tunai di depan para undangan pernikahan…..sudah sedia?
posted by زهرة الجنه

Monday, 8 March 2010

Aku tinggalkan DIA demi ALLAH


Namamukah yang tertulis di luh mahfuz sana?
Engkaukah yang bakal menemaniku jalan menuju syurga?
Dirimukah yang akan melengkapkan separuh dari agamaku?

Aduhai pria.
Adakah kau yang tercipta untukku?
Jawab pertanyaanku ini.Jawab?
Kau takkan pernah dapat memberi jawapan
Kerna jawapannya bukan di tanganmu
Tetapi di tanganNya.
Di tangan Tuhan kita;
AllahTuhanku dan Tuhanmu
Gelisahku memikirkan dirimu
Dan ketakutanku memikirkan Tuhanku

Aduhai pria
Maafkan aku.
Ketakutanku pada
Tuhanku melebihi kegelisahanku memikirkanmu
Jemput diriku pabila waktunya tiba
Sebelum sampai saat itu, biarkan aku sendiri bersama Si Dia
Akan kucipta cinta bersama
DiaSebelum kucipta cinta antara kita

Jadilah dirimu kumbang yang hebat
Dan doakan aku agar menjadi bunga yang mekar


"i've leave him for the sake of Allah"


Sesungguhnya Allah takkan pernah mensia-siakan pengorbananmu sayang
Bilamana kita tinggalkan semua ini kerana Allah semataYakinlah!
Akan ada sesuatu yang indah untukmu di pengakhiran nanti
Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan).
Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu , lalu (hati) kamu menjadi puas.[Ad dhuha: 4 & 5]


Untuk ituAku tinggalkan dirimu padaNya


Sesungguhnya aku bertawakkal kepada Allah Tuhanku dan Tuhanmu.
Tidak ada suatu binatang melata melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya..Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus.(Allah Maha Adil)

[Hud: 56]

Usah bersedih atas perpisahan sementara ini
Jika benar dia tercipta untukmu
tiada apa yang dapat menghalangnya
sebelum saat itu tiba
berdoalah pada Allah moga diberi kekuatan
mohonlah padanya dengan penuh mengharap

Yakinlah pada janji Allah!
Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji,
dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula),
dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik
dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)

[An Nur: 26]


Beruntunglah kamu !
tatkala Allah memilihmu untuk menyedari hakikat perhubungan antara lelaki
dan wanita Allah memilihmu sayang
Jangan pernah sia-siakan kasih sayang Allah ini
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya
sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu
dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya

[ As Syams: 8-10]


Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan:
"Tuhan kami ialah Allah"
kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka,
maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan:
"Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih;
dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu

[Fussilat:30]


Dan tika kamu merasa lemah
Mohonlah kekuatan dariNya
Allah itu dekat, yakin, pasti
Dan jika syaitan mengganggumu dengan suatu gangguan,
maka mohonlah perlindungan kepada Allah.
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar danlagi Maha Mengetahui
[Fussilat:36]

Sayang, kamu intan terpilih
jagalah kilauanmu sayang
jangan biarkan sang kumbang merosakkannya
sebelum yang halal tiba
aku mendoakanmu sentiasa~

Petikan : http://www.iluvislam.com/

Karya asal : daffodil At-toriq

artikel ini saya petik daripada wardatul husnah kerana saya tertarik dengan makna serta kata2nya...

Thursday, 4 March 2010

MEMBINA CINTA


Usah sempitkan pemikiran cinta hanya pada manusia. Cinta suci yang sebenarnya adalah S.W.T, namun cinta ini kian berkurangan. Semakin hari berlalu ia semakin longgar. Perasaan terlalu cenderung untuk mencintai manusia lebih dari segalanya, sedangkan selain kepada Yang Maha Esa itu pasti padam dan tidak kekal.

Lihatlah bagaimana kita melakukan ibadah?

Apakah semakin bertambah ataupun semakin berkurang?

Jika semakin berkurang itu tandanya kita semakin ketandusan cinta suci. Cinta yang wujud dalam diri kita secara semulajadi itu telah dicemari hingga ia tidak tertumpah pada yang sebenar-benarnya berhak.

Cinta adalah suatu perasaan yang sedia ada dalam setiap jiwa. Cinta ini perlu dipupuk lalu dibentuk mengikut acuan yang sebenar sebagaimana cinta semestinya. Jika tiada acuan diberikan lahirlah cinta sumbang lagi memualkan.

Cintai Allah s.w.t, hidup menjadi indah. Cintai manusia tidak semestinya hidup menjadi selesa dan bahagia. Jika pun harus bercinta dengan manusia, jadikan cinta kepada manusia itu untuk menuju kecintaan abadi dan suci terhadap Allah. mereka yang tekun beribadah akhirnya akan dapat kesimpulan makna cinta sebenarnya, sebaliknya mereka yang mengabaikan kecintaan terhadap Allah s.w.t akan berakhir sebagai mangsa cinta yang sememangnya tidak bersih.

Cintailah seseorang yang anda cintai itu seadanya semasa di alam percintaan. Nanti setelah bergelar suami dan isteri, bercintalah sesungguhnya. Cintailah dia kerana Allah, tindakan anda akan menjadi betul. Anda akan lebih bijaksana menjalani hidup, moga-moga keputusan menjadi lebih tepat. Setiap keputusan yang tepat bermakna jaya dan bahagia.

Batasi diri

Ketika umur belum melangkaui puluhan tahun, batas-batasilah diri tatkala bercinta, sebab cinta pada waktu ini selalunya bukanlah matang. Ia lebih pada ledakan nafsu dan keinginan untuk memiliki, namun rasa untuk bertanggungjawab atas ledakan nafsu dan keinginan memiliki itu masih agak lemah, malah hampir tiada. Seseorang remaja boleh sahaja bermodalkan cinta untuk menawan hati pasangannya, tetapi untuk bertanggungjawab akibat dari hambatan rasa cinta itu selalunya amat sedikit malah boleh dikatakan hampir tiada.

Secara semula jadinya manusia, apabila usianya merangkak pergi, kematangan turut mengambil tempat. Kedewasaan selalunya berjalan seiring dengan meningkatnya usia. Sekiranya TIDAK? Sekiranya tidak, nyata seseorang itu telah gagal mendidik diri sendiri pada alam kedewasaan, sebab bukankah setiap detik usia yang semakin meningkat, bermakna tempoh hayat yang semakin pendek?

Ini adalah sekolah kehidupan, ia selalu mendewasakan manusia. Mereka yang tidak pandai-pandai ataupun tidak matang oleh sekolah kehidupan ini selalunya gagal memahami cinta suci, apa lagi menikmatinya.

Bercintalah kerana Allah, bila mana kamu melihat dia mencintai Allah, kamu suka peribadi dan akhlaknya yang cintakan Allah itu, maka kamu yakin dia boleh menjadi kekasih yang dapat membimbing kamu bertemu kekasihmu yang sejati, Allah Taala.

Berpisahlah kerana Allah, bila mana kamu rela meninggalkan dirinya kerana sayangnya kamu pada Allah, kamu enggan berbuat maksiat kerana malu pada Allah, di saat itu kamu rasa berbaloi tinggalkan si dia.

Cinta perlu dilalui dengan penuh kebijaksanaan. Hanya orang yang bijak akan merasai betapa sucinya cinta, tetapi untuk sampai merasai betapa sucinya cinta itu, seseorang perlu membangkitkan rasa sucinya terhadap Allah, dan ketika itulah dia dikatakan bijak...
زهرة الجنه

Matlamat hidup yang Al-Quran sasarkan


Assalamualaikum...saya ingin bercerita,bagaimana Al-Quran telah menjelaskan matlamat hidup kita.Al-Quran sebenarnya telah memberikan penjelasan kepada kita tentang tujuan hidup dan sasaran yang harus dicapai di dalam hidup ini. Dengan tegas Al-Quran telah memberikan tanggapan kepada kehidupan manusia yang hanya mementingkan soal makan dan minum (kenikmatan duniawi) sepertimana firman Allah:

Maksudnya: "Dan orang-orang yang kafir itu bersenang- senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka”.
( Surah Muhammad:12)

Demikian juga Al-Quran memberi penjelasan bagi umat manusia yang sibuk mencintai kebendaan yang fana, firman Allah swt;

Maksudnya: "Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, iaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (syurga)''.
( Ali Imran:14)


Al-Quran juga menjelaskan perilaku umat manusia yang suka menyebarkan fitnah dan memaparkan kejelekan serta membuat kerosakan di atas muka bumi, firman Allah;

Maksudnya: "Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu, dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya, padahal ia adalah penentang yang paling keras. Dan apabila ia berpaling (dari mukamu), ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerosakan padanya, dan merosak tanam-tanaman dan binatang ternak dan Allah tidak menyukai kebinasaan ".
( Al-Baqarah:204-205)


Itulah antara tujuan yang lumrah dikejar oleh umat manusia di dalam kehidupan di dunia. Semoga Allah membebaskan kaum yang beriman dari perbuatan tersebut itu. Dan semoga Allah menganugerahkan tugas yang lebih mulia dari seluruh perbuatan seperti itu iaitu tugas memberi petunjuk kepada umat manusia, membimbing kepada kebaikan dan memakmurkan dunia dengan risalah Islam, seperti seruan Allah di dalam kitabNya;

Maksudnya: “Wahai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al-Quran) ini, supaya rasul itu menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kama pada tali Allah. Dia adalah pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik penolong"
( Surah Al-Hajj:77-78)


Berdasarkan penjelasan dari ayat di atas, Allah telah memberikan ruang yang begitu luas kepada umat Islam agar membimbing umat manusia ke jalan yang benar. Begitu juga Al-Quran memberikan hak menguasai bumi di dalam rangka melaksanakan segala suruhan Allah yang luhur itu. Justeru itu hak kepimpinan dan peradaban di dunia ini mutlak menjadi milik umat Islam, dan bukannya peradaban Barat.

Manusia yang betul-betul merasakan dirinya hamba akan merancang jalan yang terbaik untuk bertemu dengan penciptaNya, tanpa mengharapkan apa-apa balasan kerana itulah sifat dan tugas seorang hamba. Hanya redha dan kasih sayang tuanNya yang dia harapkan. Untuk itu dia mensasarkan tujuan serta matlamat kehidupannya agar elok natijahnya kelak.
Wallahu a'lam..


*diedit dari "Ke Mana Kita Menyeru" (Imam hasan Al-Banna)

KAMI MERINDUIMU DUHAI KEKASIH ALLAH



Assalamualaikum wbt..

Seinfiniti kesyukuran dipanjatkan kepada Allah SWT atas kurniaan nikmat yang paling besar nilaiannya, nikmat Iman dan Islam, juga nikmat-nikmat lain yang kita menggunakannya tanpa diminta bayaran melainkan mengikuti segala titah perintahNya, menjadi hamba yang sebenarnya. Alangkah indahnya manusia itu melaksanakan segala perintahnya selama hidup di dunia ini tanpa ada bangkangan, hasilnya pasti dia berjaya di dunia lebih-lebih lagi di akhirat sana!

Selawat dan salam ke atas junjungan besar Nabi Muhammad SAW, keluarga baginda, para sahabat dan sekalian para tabi'in. Dengan rahmat bagindalah kita semua berada dalam keadaan yang terbaik pada hari ini..

Ya Salaam 'ala Sayyidina Muhammad!

Rabi'ul Awwal menjelang lagi,
terkenang kita rasul pilihan,
nabi Muhammad pemimpin ummat,
pembawa rahmat pembawa berkat,
Nabi'ul Hadi rasul Musthofa..

Kami merinduimu Ya Rasulallah..

Tak terkira begitu banyak pengorbanan yang dilakukan oleh baginda saw demi melihat agama yang benar ini berkesinambungan, berterusan hingga hari qiamat. Sejak mula baginda dibangkitkan di kalangan jahiliyyah Mekah, baginda begitu tabah, cekal dan sabar dalam menyeru ummat agar beralih dari menyembah berhala kepada pengabdian yang hakiki, menyembah Tuhan yang selayaknya.

Pelbagai cemuhan, kata-kata keji, fitnah untuk melemahkan baginda termasuklah gangguan terhadap batang tubuh sehinggakan usaha untuk membunuh baginda saw dihadapi dengan tenang, berbekalkan pengharapan dan tawakkal kepada Allah, semata-mata kerana ingin melaksanakan amanah kenabian dan kerasulan yang diamanahkan. Begitu sekali engkau mewakafkan diri untuk agama ini Ya Habiballah..! Firman Allah swt:


وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

maksudnya: " Dan tidaklah kami utuskan kamu (wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi sekalian alam " (al-Anbiya',107)

Sayugianya yang perlu kita renungkan adalah lahirnya seorang pemimpin yang dipercayai dan menjadi rahmat untuk sekalian alam dengan akhlak yang penuh dengan etika, dapat mengubah perilaku masyarakat jahiliyah menjadi masyarakat yang berakhlak sehingga boleh bertoleransi antara mereka, tiada lagi perbalahan kabilah hanya disebabkan oleh perkara kecil, malah boleh menyatukan antara Muhajirin dan Ansor semasa hijrah ke Madinah.


لقد كان لكم في رسول الله اسوة حسنة لمن كان يرجوا الله واليوم الاخر وذكر الله كثيرا

maksudnya: " Telah ada pada diri Rasulullah itu teladan yang baik bagimu (iaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingati Allah" (al-Ahzab,21)

Memperingati lahirnya Nabi Muhammad saw, bukan memenuhi kegiatan tradisi saja, namun yang lebih utama adalah bagaimana kita dapat mengambil hikmah yang terkandung dalam diri Rasulullah saw di dalam berjuang menyebarkan agama Islam dengan penuh kesabaran dan pengorbanan.


Ketika masyarakat khususnya muda mudi pada hari ini berada dalam kecelaruan identiti yang teramat parah, seolah-olah mereka tiada panduan, maka majlis untuk memperingati baginda saw amat sesuai diadakan. Hasilnya, mudah-mudahan sirah baginda saw dapat diteladani seterusnya dihayati.....
زهرة الجنه






Monday, 1 March 2010

Belajarlah Malu dengan Allah

belajarlah malu dengan Allah
atas nikmat...
yang tak mampu dikira..
sedang kita masih terus tak puas..
sedang kita masih tetap lalai..

belajarlah malu dengan Allah
kerana kita tak mampu bersyukur...
kecuali allah beri kekuatan..

belajarlah malu dengan Allah..
keerana kita masih tak sedar..
yang pejam celik kita..
penuh dengan nikmat..
yang bangun tidur kita..
penuh dengan nikmat..
yang makan minum kita..
penuh dengan nikmat..

belajarlah malu dengan Allah
muhasabahlah.....
hitung nikmat demi nikmat..
sebanyak suapan makanan dimulut..
sebanyak kunyahan demi kunyahan..
sebanyak bilangan saat..
kau tertidur dalam kelenaan..
sebanyak bilangan saat..
kau gembira dalam kemewahan..


belajarlah Malu denganAllah
belajarlah Malu dengan Allah
belajarlah Malu dengan Allah
زهرة الجنه